Usai mengalahkan Liverpool (1-2), Kamis (16/7/2020) kemarin, Arsenal bakal menjamu Manchester City pada semifinal FA Cup 2019/20, Minggu (19/7/2020). Menghadapi dua tim kuat sekaligus jelas tidak mudah.

Pertama-tama, Arsenal layak diapresiasi usai mengalahkan Liverpool kemarin. Pasukan Mikel Arteta ini tepat membidik kelemahan The Reds, yang tampil buruk di lini belakang.

Kendati demikian, pertandingan kontra Man City tidak akan semudah itu. Pasukan Pep Guardiola itu terus merangkai kemenangan besar sejak sepak bola digulirkan kembali, Man City sedang bagus-bagusnya.

Baca juga: Arteta Diminta Tetap Percaya Mesut Ozil, Apa Sebab?

Arteta pun memahami perbedaan kekuatan ini, karena itulah dia berusaha merancang taktik yang tepat. Apa katanya?

Manajemen pertandingan

Pertama-tama, meski Liverpool dan Man City ada di level yang sama kuat, Arsenal ternyata menempuh persiapan yang berbeda. Arteta menjelaskan bahwa timnya selalu menyesuaikan diri dengan lawan, kali ini Man City.

“Semua yang kami lakukan ada kaitannya dengan lawan, penguasaan bola, dan ruang kosong yang tersedia. Setiap pertandingan berbeda, ruang kosongnya berbeda, dan kami perlu memaksimalkannya untuk menemukan momen dan operan yang tepat,” buka Arteta di Arsenal.com.

“Inilah yang sudah kami lakukan lebih baik dan lebih baik. Manajemen pertandingan sangat penting. Reaksi kami beberapa hari lalu [vs Liverpool], setelah tertinggal 1-0, kami tahu apa yang harus kami lakukan dengan segera.”

Mengontrol lini tengah

Salah satu cara yang bisa dicoba Arsenal untuk mengalahkan Man City adalah dengan memegang kontrol di lini tengah. Misi ini sulit, Arteta membutuhkan permainan terbaik para gelandangnya.

“Ini soal membangun kombinasi dan perbedaan kualitas pemain yang dibutuhkan tim. Granit Xhaka dan Dani [Ceballos] telah tampil sangat baik, tapi kami pun pernah bermain dengan banyak kombinasi berbeda,” sambung Arteta.

“Lucas [Torreira] pernah bermain di sana, Matteo [Guendouzi] pun pernah mengisi posisi itu. Ainsley dan Jose juga pernah, Bukayo pun pernah bermain sebagai gelandang.”

“Jadi, kami punya amunisi pemain untuk beradaptasi dengan beberapa gaya main, itu bagus,” tutupnya.

Leave a Reply