Real Madrid termasuk juga satu antara club paling bergelimang trofi. Untuk contoh, Los Blancos adalah pengoleksi trofi Liga Champions paling banyak dengan 13 kali juara.

Keberhasilan Real Madrid itu tentu saja tidak terlepas dari terlibat pemain-pemainnya. Club yang bertempat di Santiago Bernabeu itu sering keluarkan uang banyak untuk datangkan beberapa pemain memiliki loabel bintang.

Keadaan itu membuat Real Madrid dipanggil Los Galacticos. Panggilan itu ada sejak Florentino Perez jadi Presiden Real Madrid pada 2000.

Saat itu, Perez ingin membuat El Real dengan datangkan beberapa pemain memiliki loabel bintang. Project itu yang akkhirnya membuat Real Madrid mendapatkan panggilan Los Galacticos atau pemain bintang yang datang dari galaksi lain.

Beberapa pemain kelas dunia yang pernah berbaju Real Madrid, contohnya saja Ronaldo Luiz Nazario de Lima, David Beckham, Kaka sampai Cristiano Ronaldo. Pada awal musim ini, pemain yang dihadirkan dengan merek bintang adalah Eden Hazard.

Los Blancos harus memberikan 100 juta euro untuk membawa pemain dari Belgia itu. Walau mempunyai bandrol tinggi, Hazard belum dapat memperlihatkan kualitas paling baik seperti di dalam bermain untuk Chelsea.

Di lain sisi, tidak semua pemain yang dihadirkan Real Madrid dapat cemerlang. Di bawah ini 11 pemain tidak berhasil yang pernah dipunyai Real Madrid, seperti dikutip Marca.

Baca juga: Zaha Turut Suka dengan Keberhasilan Wan-Bissaka di MU

Kiko Casilla

Real Madrid datangkan Kiko Casilla pada 2015. Kehadiran Casilla diharapakan dapat jadi kompetitor Keylor Navas merebutkan tempat penjaga gawang penting El Real.

Sepanjang 3, 5 musim bela Real Madrid, Casilla tidak menunjukkan perform menyakinkan, walau mencatat banyak tampilan.

Danilo

Real Madrid mengambil Danilo dari FC Porto pada harga 31, 5 juta euro pada 2015. Tetapi, pemain yang berposisi untuk full-back itu kalah berkompetisi dengan Dani Carvajal.

Keadaan itu membuat Danilo putuskan pindah ke club Inggris, Manchester City.

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate harus menanti setahun untuk jalani kiprah bersama-sama Real Madrid sebab alami luka. Tetapi, tampilan pertama Woodgate dipandang tidak sesuai harapan.

Sampai pada 2007, beberapa orang memandang Woodgate untuk pembelian terjelek Real Madrid pada era ke-21.

Walter Samuel

Perform bagus Walter Samuel bersama-sama AS Roma tidak bersambung waktu berbaju Real Madrid. Walau sebenarnya El Real telah mengambil kantong sampai 25 juta euro untuk membawa Samuel.

Bersama-sama Real Madrid, Samuel cuma bertahan sepanjang satu musim kemudian dia kembali pada Italia untuk masuk dengan Inter Milan.

Theo Hernandez

Theo Hernandez dihadirkan Real Madrid dari Atletico Madrid dengan keinginan besar. Tetapi, yang berlangsung malah sebaliknya.

Pada musim pertamanya, Theo cuma mencatat 13 penampila di La Liga. Keadaan itu membuat El Real pilih meminjamkannya ke Real Sociedad.

Sekarang, The Hernandez bermain untuk club dari Serie A, AC Milan.

Asier Illaramendi

Asier Illaramendi hadir ke Real Madrid dengan bandrol 32 juta euro. Bandrol yang lumayan tinggi untuk pemain yang saat itu baru berumur 23 tahun.

Perform yang dipandang kurang memberikan keyakinan membuat Illaramendi kembali pada bekas timnya, Real Sociedad.

Nuri Sahin

Real Madrid datangkan Nuri Sahin pada masa pelatih Jose Mourinho. Tetapi, perform Sahin tidak membuat Mourinho berkesan.

Akhirnya, Sahin harus dipinjamkan ke club lain. Selanjutnya pada 2014, pemain dari Turki itu pada akhirnya dikontrak dengan cara permanen oleh club Bundesliga, Borussia Dortmund.

Julien Faubert

Real Madrid datangkan Julien Faubert dari West Ham United dengan status utang. Tetapi, sepanjang periode waktu enam bulan, Fauber cuma tampil dalam dua laga saja.

Keadaan itu membuat El Real putuskan untuk mengembalikannya di akhir musim.

Javier Saviola

Real Madrid memperoleh Javier Saviel dari Barcelona dengan cara gratis alias gratis. Tetapi, kehadiran Saviola dipandang tidak sesuai keinginan.

Sepanjang dua musim di Santiago Barnebeu, Saviola bertambah banyak habiskan saatnya untuk pemain pengganti. Kemudian, Saviola keluar ke Banfica pada 2009.

Royston Drenthe

Real Madrid sukses memenangkan pemburuan Royston Drenthe. Tetapi, perjuangan El Real malah percuma sebab Drenthe malah tidak berhasil cemerlang.

Tingkahnya di luar lapangan jadi satu antara pemicu Drenthe tidak berhasil di Real Madrid. Kemudian, Drenthe banyak dipinjamkan ke club seperti Hercules serta Everton.

Sekarang, Drenthe bermain untuk club kelas ke-3 sepak bola Belanda, Kozakken Boys.

Antonio Cassano

Seperti dalam Royston Drenthe, Antonio Cassano sering membuat permasalahan di luar lapangan. Disamping itu, Cassano sering berbeda dengan pelatih Real Madrid saat itu, Fabio Capello.

Kondisi itu membuat Cassano cuma bertahan sepanjang satu musim sebelum dipinjamkan ke club Italia, Sampdoria.

1 COMMENT

Leave a Reply