Aitor Karanka melihat tudingan yang mengarah ke mantan timnya, Real Madrid, perihal keberpihakan wasit sebagai sebuah kewajaran. Sebab tudingan tersebut selalu muncul saat Los Merengues menang.

Tudingan soal Real Madrid yang kerap diuntungkan oleh wasit dan VAR muncul setelah laga kontra Athletic Bilbao pada Senin (6/7/2020) dini hari berakhir. Real Madrid memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0.

Gol tersebut didapatkan lewat eksekusi penalti Sergio Ramos pada babak kedua. Wasit memberikan hadiah penalti karena melihat kaki Sergio Ramos diinjak penggawa Bilbao, Dani Garcia, di kotak terlarang.

Pemain Bilbao lainnya, Iker Muniain, mengatakan bahwa Real Madrid diuntungkan oleh wasit. Sebab kejadian serupa menimpa rekan setimnya, Raul Garcia, saat berduel dengan Sergio Ramos namun wasit tidak mengindahkan.

Wasit Selalu Dibicarakan

Kejadian ini mengundang perhatian dari berbagai kalangan. Tidak terkecuali mantan pemain Real Madrid yang sedang merintis karirnya sebagai pelatih, Aitor Karanka.

Karanka mengaku bahwa dirinya telah mendengar tudingan yang serupa berulang-ulang. Dan menemukan pola yang cukup jelas: tudingan selalu datang saat mantan klubnya tersebut meraih kemenangan.

Baca juga: Jadwal Premier League: Arsenal jadi Kunci Manchester United ke-4 Besar Klasemen

“Saya pikir cerita yang sama berulang berkali-kali. Saat Real Madrid menang, wasit selalu menjadi bahan perbincangan,” ungkap Karanka seperti yang dikutip dari Marca.

“Saya lebih memilih berbicara soal enam pertandingan tanpa kekakahan dan bahwa mereka lebih reliabel ketimbang klub papan atas lainnya. Itulah mengapa mereka ada di puncak klasemen,” lanjutnya.

Selalu Sama, Ada Ataupun Tiada VAR

Real Madrid juga pernah dituding diuntungkan wasit dalam laga Liga Champions. Tepatnya pada laga leg kedua babak perempat final tahun 2018, di mana mereka bertemu Juventus. Saat itu, Liga Champions belum dilengkapi VAR.

“Saya pikir pada akhirnya akan selalu sama, dengan ataupun tanpa VAR,” tutur Karanka yang juga pernah menjadi asisten pelatih di Real Madrid selama tiga tahun.

“Beberapa komplain muncul di awal dan lainnya pada akhir, namun jelasnya mereka yang memenangkan La Liga, yang lolos ke Liga Champions, yang tersungkur… itu semua karena kemampuannya sendiri dan bukan karena wasit,” tutupnya.

Sekarang, Real Madrid sedang menempati puncak klasemen La Liga dengan perolehan 77 poin. Unggul empat angka dari rival bebuyutannya, Barcelona, yang berada di peringkat kedua dengan selisih empat angka.

1 COMMENT

Leave a Reply