Bekas penyerang Tottenham Hotspur, Peter Crouch menjelaskan jika beberapa pemain The Lilywhites butuh ‘melihat diri mereka di cermin’, mengejar pemecatan Mauricio Pochettino.

Spurs menginformasikan pemecatan manager asal Argentina itu pada Selasa (19/11) malam waktu ditempat. Ini bermakna Pochettino pergi sesudah lebih dari lima tahun menggarap club yang berbasiskan di London Utara itu.

Pemecatan Pochettino tidak terlepas dari tampilan jelek Spurs diawalnya musim 2019/20. Sekarang mereka duduk di rangking ke-14 klassemen Liga Premier Inggris, dengan cuma menang 3 kali dalam 12 laga musim ini.

Meskipun begitu, Crouch meyakini bila beberapa pemain Tottenham pantas lebih dituding atas perform jelek team dibanding Pochettino. Bicara pada Daily Mail, Crouch menjelaskan: “Saya kaget dengan ketetapan Tottenham.”

“Saya tahu hasilnya jelek, serta saya pahami kenapa team-team top melakukan tindakan saat kekuatan mereka untuk maju ke Liga Champions musim selanjutnya ada dalam bahaya, tapi konyol untuk berpikir Pochettino mendadak kehilangan percikannya.

“Tidak pernah gampang bicara mengenai keruntuhan satu orang manager, sebab saya sudah lumayan lama bermain sepak bola untuk tahu jika pemecatan belum pernah karena hanya seseorang, serta saya mengharap jika ada banyak pemain di ruangan ubah Tottenham yang butuh lihat diri mereka di cermin pagi hari ini.

“Jelas jika serasi sudah rusak, serta jelas jika beberapa pemain ingin pergi,” paparnya.

Crouch yakin jika Spurs akan menyesali ketetapan mereka, dengan fakta jika Pochettino patut mendapatkan penghargaan lebih untuk prestasinya.

“Dia bawa Tottenham ke final Liga Champions pada 1 Juni,” lebih Crouch. “Beberapa club yang tidak terlatih dengan step itu, akan membuat satu patung untuk satu orang manager yang bawa mereka ke laga paling besar di sepak bola level club. Saya cemas ini ialah ketetapan yang akan disesali Tottenham.”

Leave a Reply