Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menjelaskan ia lebih senang tinggal di Maladewa dibanding jadi mengurus Manchester United.

Derby Manchester berlangsung dikompetisi semi-final Piala EFL di Old Trafford untuk putaran pertama di hari Rabu (8/1) pagi hari WIB.

Selain itu, Guardiola sempat diberitakan hampir melatih Manchester United pada tahun 2016 lalu waktu tinggalkan Bayern Munich. Tetapi selanjutnya Guardiola pilih untuk melatih Manchester City.

Diberi pertanyaan apa ia akan bertanggungjawab atas Manchester United satu hari kelak, Guardiola menjawab: “Setelah melatih City, saya tidak pernah melatih United. Ini seperti saya tidak pernah melatih Madrid [Real].”

“Saya akan ada di Maladewa bila saya tidak punya penawaran. Maladewa, tidak, sebab tidak ada lapangan golf, tapi tempat semacam itu.”

Sesaat City sudah berkembang semenjak kehadiran Guardiola, United sudah berusaha untuk memperantai ketimpangan. United ada di posisi ke enam dibawah Jose Mourinho di tahun pertama Guardiola di Inggris pada tahun 2016, sedang Setan Merah turun ke posisi ke enam musim kemarin sesudah pelatih dari Portugal itu dikeluarkan serta diganti oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Lalu, Guardiola menjelaskan jika dianya melatih City bukan untuk menaklukkan Manchester United. “Saya percaya saya tidak hadir kesini cuma untuk menaklukkan United atau ada di muka United,” kata Guardiola.

“Itu bukan sasaran. [Target] ialah bermain bagus, coba memenangi gelar, yang kami kerjakan dalam dua musim paling akhir. Musim ini, kami memenangi Community Shield, serta saat ini kami punya peluang untuk masuk ke lainnya paling akhir,” tutupnya.

Leave a Reply