Gelandang Manchester United, Paul Pogba punya langkah tertentu untuk melawan aksi rasisme yang terus saja berlangsung di lapangan sepak bola.

Pogba minta rekanan satu teamnya di Manchester United untuk kenakan gelang hitam putih yang tampilkan beberapa kata ‘Tidak untuk rasisme’ serta ‘Kita ialah satu’ waktu Setan Merah sukses menaklukkan Newcastle United dengan score 4-1 kemarin.

“Itu inspirasi saya untuk lakukan itu,” kata Pogba saat diberi pertanyaan mengenai gelang itu. “Saya telah berpikir untuk lakukan ini, tapi saya tidak mau lewat UEFA atau FIFA. Saya mengerjakannya sendiri.

“Saya fikir kami punya peluang untuk berkekuatan ini untuk tunjukkan beberapa hal di sepakbola, di TV. Beberapa orang memandangnya jadi saya fikir itu akan membuat orang mengerti banyak hal.

“Saya fikir itu sebab ketidaktahuan. Ketidaktahuan serta beberapa hal semacam itu, serta cuma untuk tunjukkan pada beberapa orang jika Anda semua ialah satu. Kita ialah satu.

“Saya ingat saat saya lebih muda mengenai ‘Stand Up, Speak Up’. Itu cuma memperingatkan saya akan hal tersebut.”

Pogba jadi target pelecehan rasis awal musim ini sesudah tidak berhasil menyelesaikan penalti waktu United bermain seri 1-1 dengan Wolves. Jesse Lingard serta Fred disangka jadi target sepanjang derby Manchester bulan ini, sesaat pemain Chelsea, Antonio Rudiger punya pengalaman yang sama menantang Tottenham minggu kemarin.

“Banyak pemain di beberapa liga – bukan sekedar di Liga Premier Inggris tapi di Italia, Spanyol, dimana saja – [telah dilecehkan dengan rasial] serta kami terus dengar ini,” kata Pogba.

“Saya tidak mau jadi presiden, saya tidak mau jadi politikus. Kami cuma pemain sepak bola, kami ingin nikmati itu. Beberapa fans butuh suka hadir serta lihat sepakbola yang bagus serta itu saja.

“Ini untuk tunjukkan jika kami melawan hal tersebut. Saya tidak mau pergi serta lakukan interviu tapi saya cuma tahu itu akan membuat orang bicara. Rekanan satu team saya, kami sukses. Fred, Andreas [Pereira], saya bermakna kebanyakan orang, kami melawan itu.

“Kami cuma untuk sepak bola, nikmati sepak bola. Kami lakukan apa yang kami gemari. Kami memberi keceriaan pada beberapa fans, pada kebanyakan orang, pada semua pemirsa serta itu saja yang ingin kami lihat di stadion. Kami dengar beberapa hal tiap minggu.

“Kami terus memandangnya berkali-kali di banyak stadion. Ini cuma untuk tunjukkan jika, untuk memberi suport pada semua pemain – hitam atau putih atau China atau apa saja Anda – serta cuma untuk tunjukkan rasa hormat pada kebanyakan orang,” tutupnya.

Leave a Reply