Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer diklaim telah sukses membungkam para pengkritiknya berkat performa impresif Setan Merah belakangan ini.

Ketika pertama kali ditunjuk untuk menggantikan Jose Mourinho sebagai manajer sementara, Solskjaer membuat prestasi cukup apik. Hal ini membuat manajemen United pun mempermanenkan statusnya.

Baca juga: Zinedine Zidane Kembali Menegaskan: Real Madrid Belum Juara!

Namun, setelah itu kondisinya berubah cukup drastis. Manchester United seret kemenangan sehingga membuat badai kritik pun menerjang Solskjaer.

Penilaian Paul Parker

Peruntungan Solskjaer berubah pada paruh kedua musim ini. Pria Norwegia itu sukses membuat United kembali bermain bagus dan kini tengah memburu posisi tiga besar di klasemen Premier League.

Mantan bek United, Paul Parker pun menyebut bahwa pihak-pihak yang dulu mengkritik Solskjaer kini harus menarik ucapan mereka kembali.

“Orang-orang masih sulit berkata, ‘Kerja yang bagus Ole Gunnar Solskjaer‘, tak ada yang mau melakukannya karena banyak pihak yang ingin dia dipecat sehingga dia bisa berkata, ‘kan sudah saya bilang’,” ujar Parker di Eurosport.

‘Saat ini dia menyakiti banyak orang, saya tak mau iri dengan kesempatan itu karena itu masih bisa terjadi, tapi dia telah membuat hidup orang sedikit lebih sulit karena betapa bagusnya kerja yang sudah ia lakukan,” tambahnya.

Keberhasilan Solskjaer

Bagi Parker, para pihak yang dulu ingin agar Solskjaer dipecat dan diganti dengan Mauricio Pochettino tidak tahu alasan di balik permintaan mereka. Parker pun senang dengan keberadaan Solskjaer di tim United saat ini.

“Rekor Ole sebelum menangani United tak terlalu bagus, tapi banyak manajer mendapat pekerjaan dan kita semua mempertanyakannya, dan mereka cukup sukses,” tutur Parker.

“Dia telah berhasil mengembalikan senyum pada wajah orang-orang, mengerjakan banyak PR dan berusaha mencari tahu apa yang dibutuhkan United di luar lapangan,” imbuhnya.

“Masih adalah masalah yang perlu dibereskan, tapi dia ada di posisi untuk mengubah budaya dan membuat orang-orang di klub lebih memikirkan soal meraih kemenangan dan trofi, ketimbang mengkhawatirkan soal keungungan di pasar,” tukasnya.

1 COMMENT

Leave a Reply