Mourinho Beri komentar Masalah Gurauan Virus Corona Dele Alli . Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho memberi respon mengenai Dele Alli yang mengolok-olok tentang virus corona yang berlangsung di China.

Di hari Sabtu, Alli bagikan video ke account Snapchat resminya, yang memperlihatkan ia kenakan masker muka di ruangan keberangkatan lapangan terbang.

Dalam video yang dikasih judul “Corona whattt [sic], minta dengarkan dengan volume”, Alli jadi besar camera mengarah seorang pria berpenampilan Asia, sebelum mengubah pada sebotol bersihkan tangan antiseptik.

Alli sendiri telah meniadakan video serta keluarkan keinginan maaf pada basis sosial media Cina Weibo. Menyikapi hal tersebut, Mourinho menjelaskan: “Itu bukan tujuannya untuk menyentuh, ia selekasnya mohon maaf, menyesal serta mengaku itu ialah kekeliruan pemuda, kekeliruan generasi muda serta ia mohon maaf.

Baca juga: Mourinho Komentari Soal Lelucon Virus Corona Dele Alli

“Jadi, pembicaraan saya [dengan Alli] gampang, karenanya bukan satu dari kontradiksi inspirasi. Bukan ia yang tidak pahami kenapa saya tidak bahagia, jadi itu benar-benar simpel.

“Apa yang dapat saya sebutkan? Ia menyesal serta, buat saya, itu perasaan paling baik yang dapat ia perlihatkan, serta mempunyai kerendahan hati untuk mohon maaf, saya fikir mengagumkan, sebab terkadang beberapa orang muda ini membuat kekeliruan serta tidak mengerti – jadi pembicaraan ini benar-benar gampang.

“Saya mempunyai putra serta putri pada intinya seusia Dele serta beberapa pemain saya – saya ketahui apa sosial media untuk generasi ini. Tapi saat Anda ialah orang publik seperti beberapa pemain sepak bola, mereka harus tahu serta harus benar-benar waspada.

“Saya ulangilah, Dele ialah pria yang hebat. Hal paling akhir yang dikerjakan Dele ialah segala hal yang terkait dengan rasisme atau rasa tidak hormat, tidak benar-benar, tapi ini ialah kekeliruan sekarang yang terkadang dikerjakan oleh sebagian orang. Tapi satu kali lagi, hal yang baik buat saya ialah penyesalan serta keinginan maaf , jadi buat saya itu akhir narasi.

“Saya bukan FA, saya cuma manajernya, temannya. Saya ulangilah, pada umur yang sama saya mempunyai dua anak yang hebat di dalam rumah saya, serta saya harus bertindak selaku pendidik serta saya fikir langkah paling baik untuk mengerjakannya itu ialah reaksinya – penyesalan serta keinginan maaf,” tutupnya.

1 COMMENT

Leave a Reply