Werder Bremen dan para pendukungnya bisa bernafas lega. Tim yang bermarkas di bagian utara Jerman itu memastikan diri bertahan di Bundesliga musim depan.

Ya, musim ini Bremen memang bisa dikatakan tampil tidak terlalu impresif. Mereka hanya mencatatkan total delapan kemenangan saja dari total 34 pertandingan Bundesliga, sehingga mereka harus finish di peringkat 16 klasemen akhir Bundesliga.

Berkat posisi mereka tersebut, Werder Bremen harus mengikuti babak playoff. Mereka harus berhadapan dengan peringkat tiga 2.Bundesliga, yaitu FC Heidenheim.

Beruntung di playoff ini berakhir dengan agregat 2-2. Namun Werder Bremen dinyatakan sebagai pemenang karena mereka berhasil unggul dalam agregat gol tandang.

Keberhasilan Werder Bremen untuk bertahan di Bundesliga ini ternyata menciptakan sebuah rekor baru. Penasaran rekor apa itu? Yuk intip di bawah ini.

Terlama di Bundesliga

Klub yang memiliki julukan Die Werderaner (The River Islanders) dan Die Gruen-Weissen (The Green-Whites – atau Si Hijau-Putih) tersebut adalah salah satu klub sepak bola yang disegani di Bundesliga. Ini dikarenakan partisipasi mereka di level teratas Liga Jerman tersebut yang sudah menembus angka 55 musim.

Catatan itu membuat mereka menjadi pemegang rekor terbanyak yang bahkan mengalahkan pemegang rekor juara Bundesliga, Bayern Muenchen dengan 54 musim. Musim terakhir mereka berkiprah di kasta bawah tercatat 30 tahun yang lalu tepatnya di musim 1980/81.

Baca juga:

Musim itu juga menandai awal era fenomenal di bawah besutan pelatih legendaris, Otto Rehhagel. Otto langsung berhasil mengangkat kembali Bremen ke Bundesliga serta meraih dua gelar juara dan empat kali runner-up dalam kurun waktu 15 tahun.

Kedua Terbaik Sepanjang Masa

Untuk yang terlama berkompetisi tidak menjamin bahwa tim tersebut akan paling banyak mengumpulkan gelar juara, tapi setidaknya tim yang bermarkas di Weserstadion itu menempati peringkat dua klasemen sepanjang masa Bundesliga.

Die Werderaner total mencatat 2.824 poin selama 55 tahun berkiprah di Jerman, mereka hanya kalah dari Bayern di peringkat pertama dengan 3.687 poin.

Bukan Tanpa Gelar

Menjadi langganan runner-up bukan berarti tanpa gelar, karena tim yang kini dibesut Florian Kohfeldt itu punya raihan trofi yang cukup mentereng.

Mereka empat kali juara Bundesliga, enam kali juara DFB-Pokal, sekali juara DFL-Ligapokal, tiga kali juara DFL-Supercup, dan sekali juara Piala Winners, sebelum berubah format menjadi Piala UEFA seperti sekarang.

Terbaik di 2003/04

Pada musim 2003/04, Werder Bremen meraih gelar ganda mereka untuk pertama kalinya dengan memenangkan Bundesliga dan DFB-Pokal. Torehan tersebut membuat Bremen menjadi klub ketiga dalam sejarah Bundesliga untuk mencapai prestasi ini.

Dalam kampanye bersejarah tersebut, Werder finis enam poin di atas Bayern, bersama Johan Micoud dan Frank Baumann – yang kini menjabat sebagai direktur olahraga Bremen – serta dibantu striker andalan mereka Ailton yang berhasil membukukan 28 gol hingga akhir musim.

Gelar piala DFB menyusul diraih berkat kemenangan 3-2 melawan Alemannia Aachen, dengan gelandang bertahan Tim Borowski menjadi pahlawan tak terduga mereka – memupus perlawan Alemannia dengan dua golnya.

1 COMMENT

Leave a Reply