Bek Juventus, Matthijs De Ligt, dibawa berandai-andai jika misalnya dianya tidak menekuni di dunia sepak bola. Pria asal Belanda itu dengan bercanda mengatakan ingin jadi agen untuk menaklukkan Mino Raiola.

Figur agen yang seringkali mengikuti pemain sepak bola dunia ialah hal wajar. Merekalah yang mengatur tetek bengek persoalan sang client, seperti proses transfer dan kontrak pemain.

Antara jumlahnya client sepak bola sekarang, Mino Raiola adalah satu diantara figur yang populer. Dia mengurus beberapa pemain hebat dan berbakat seperti Paul Pogba serta Gianluigi Donnarumma. De Ligt ialah diantaranya.

Raiola ialah figur yang bawa De Ligt datang di Juventus. Karena kekuatannya dalam bernegosiasi, dia sukses memberikan keyakinan Bianconeri untuk bayar De Ligt dengan upah tinggi.

Ingin Jadi Agen
De Ligt kemungkinan tahu benar apa yang dikerjakan oleh Raiola dari balik monitor. Hingga waktu dibawa berandai-andai, bekas pemain Ajax Amsterdam itu akui ingin jadi agen serta menaklukkan Raiola.

“Bila saya tidak jadi pemain sepak bola, saya bisa menjadi satu orang agen serta berusaha untuk menaklukkan Mino Raiola! Atau saya akan berusaha untuk mengambilnya,” papar De Ligt seperti yang diambil dari Football Italia.

Tetapi pengakuannya itu hanya gurauan semata-mata. Pada intinya, De Ligt tidak mempunyai yang diimpikan detil tidak hanya jadi pemain sepak bola profesional.

“Lepas dari semua gurauan itu, saya tidak pernah berpikir masalah akan jadi apa. Saya terobsesi jadi pemain sepak bola. Orangtua setuju, tetapi saya harus menyelesaikan studi terlebih dulu,” sambungnya.

Masa lalu Paling baik De Ligt
De Ligt yakin jika musim kemarin, saat bersama dengan Ajax, ialah peristiwa paling baik yang pernah ia alami dalam karirnya. Ia menolong Ajax mendapatkan double di persaingan domestik dan sampai set semi-final Liga Champions.

“Masa lalu paling baik saya ialah keseluruhnya musim kemarin. Kami memenangi liga serta Piala Belanda, ditambah kami benar-benar dekat sama final Liga Champions,” tutupnya.

Musim kemarin, De Ligt bersama dengan pemain Ajax yang lain sukses sampai set semi-final dengan singkirkan banyak club besar, seperti Real Madrid serta Juventus. Sayangnya mereka roboh atas Tottenham di set semi-final.

Leave a Reply