Matthijs de Ligt berasa seperti anak kecil dalam toko gula-gula saat ia pertama-tama masuk ruangan ubah Juventus. Untuk pemain muda, ia betul-betul takjub dengan sejumlah besar pemain yang berada di ruang itu.

De Ligt tinggalkan Ajax Amsterdam untuk Juventus musim panas lalu, dengan ongkos yang beritanya sampai 75 juta euro. Ia diinginkan bisa saja bek tengah paling baik Juve di masa yang akan datang.

Baca juga: Sesudah Daniel James, MU Bidik Bintang Muda Swansea City Ini?

Buat De Ligt, masuk dengan Juventus adalah titik penting dalam perubahan profesinya. Ia memang bermain bagus bersama-sama Ajax, tetapi kini saatnya hadapi rintangan yang semakin besar bersama-sama club besar.

Memang Susah, tetapi Percaya
De Ligt mujur dengan sikap Juventus. Ia jelas kesusahan musim ini, tetapi faksi club tidak betul-betul mendesaknya untuk langsung tampil oke. Semenjak awal, Juve tahu De Ligt muda akan kesusahan menyesuaikan.

“Juventus mengatakan pada saya misalnya: ‘Oke, Anda muda, tetapi salah satunya fakta kami beli Anda ialah sebab Anda cukup sudah dewasa, Anda ketahui langkah menangani desakan’, ” tutur De Ligt diambil dari Sportskeeda.

“Mereka menjelaskan pada saya mengenai susahnya buat pemain 19 tahun untuk pergi ke negara lain, pasti saya akan kesusahan, tapi faksi club yakin saya akan memperoleh tempat dengan selekasnya.”

Masuk Toko Gula-Gula
De Ligt tersanjung dengan keyakinan Juve, ia siap berusaha. Tetapi, selanjutnya ia merasai ketidaksamaan yang demikian besar saat masuk ruangan ubah Juventus, yang diisi beberapa pemain top seperti Gianluigi Buffon serta Cristiano Ronaldo.

“Tentunya saat saya masuk ruangan ubah kali pertamanya, saya berasa seperti anak kecil di toko gula-gula, misalnya: ‘Ada Buffon, ada Ronaldo’, ” tambah De Ligt.

“Sebelumnya Anda sedikit ketidaktahuan, siapa ia, siapa itu, bagaimana ia? Tetapi, sesudah dua bulan, saya baru berasa bisa saja diri kita, ” tutupnya.

1 COMMENT

Leave a Reply