Manajer Manchester City, Josep Guardiola menyebut kemenangan timnya atas Liverpool bisa diraih bukan karena para pemain lawan masih belum bisa beranjak dari pesta juara.

Liverpool yang sudah dipastikan menjadi juara Premier League musim ini secara mengejutkan harus menyerah empat gol tanpa balas di kandang Manchester City, Jumat (3/7/2020) dini hari WIB.

Liverpool bahkan sudah harus tertinggal tiga gol di babak pertama. City membombardir gawang Alisson Becker lewat eksekusi penalti Kevin De Bruyne, serta aksi Raheem Sterling dan Phil Foden.

Baca juga: Matteo Guendouzi, Calon Gelandang Baru Manchester United?

City tetap tampil dominan di babak kedua dan sukses menambah keunggulan lewat gol kedua Sterling. Tuan rumah bahkan bisa saja mengakhiri laga dengan kemenangan 5-0 andai gol Riyad Mahrez di ujung pertandingan tak dianuiir VAR.

Kegembiraan Pep Guardiola

Guardiola mengaku senang dengan kesuksesan timnya mengandaskan Liverpool yang ia sebut sebagai lawan terbaik yang pernah ia hadapi dari sisi pressing.

“Saya senang. Selamat untuk tim, kami mengalahkan sang juara dengan kualitas yang mereka miliki,” ujar Guardiola seusai pertandingan kepada BT Sport.

“Tim saya menyukai setiap pertandingan. Kami mencoba memainkan sepak bola, mengambil risiko. Mereka tim terbaik yang pernah saya hadapi dalam hidup saya dalam hal pressing tinggi,” tambahnya.

Kebanggaan Pep Guardiola

Guardiola makin bangga dengan kemenangan ini karena ia meyakini bahwa tim Liverpool tetap menganggap serius laga ini, terlepas dari pesta juara yang baru dilakukan skuad The Reds.

“Saya melihat saat guard of honour betapa fokusnya mereka, bagaimana mereka berteriak. Mereka bahkan tak mengucapkan terima kasih karena mereka fokus,” tutur Guardiola.

“Mereka meminum banyak bir pada pekan ini tapi mereka tiba di sini tanpa bir dalam darah mereka, dan karena itu saya memberikan kredit kepada tim saya atas kemenangan ini,” tukasnya.

Leave a Reply