Terdapat beberapa langkah yang dipercaya atau dianjurkan, yang dapat menghindari kita dari dari terkena virus Corona SARS-CoV-2 pemicu COVID-19. Ajakan yang seringkali dikatakan, seperti rajin membersihkan tangan, kenakan masker, menghindarkan ada dalam tempat keramaian sampai ada di dalam rumah untuk sesaat waktu.

Tetapi, bersamaan semakin meluasnya penebaran virus Corona, yang sekarang telah masuk 186 negara termasuk juga Indonesia, memunculkan kekhawatiran tertentu. Kecemasan terlalu berlebih terkena virus yang diindikasikan pertama kali ada di akhir tahun kemarin di Wuhan, China, itu malah dapat menyebabkan jelek pada skema kebal badan (imunitas) . Imunitas yang turun, rawan terkena.

Seperti dikutip dari Di antara, Senin (23/3/2020) , pakar Kesehatan Mental Kampus Brawijaya (UB) Malang, Sumi Lestari, menerangkan rasa bahagia serta tetap berpikir positif jadi kunci mencegah serta menahan terkena virus Corona. Pasti, diimbangi dengan mengonsumsi makanan dengan gizi imbang, olahraga, serta jaga kebersihan.

Menurut ahli bertitel Dokter itu, saat seorang merasakan bahagia, badan akan keluarkan interferon-protein yang berperan menantang virus dan membuat imunitas. Sumi Lestari memberikan tambahan, untuk menimbulkan rasa bahagia ditengah-tengah kondisi seperti saat ini, wabah COVID-19, dapat dikerjakan dengan mengucapkan syukur.

“Kunci bahagia itu akan ada pada diri saat kita dapat mengucapkan syukur. Mengucapkan syukur membuat hidup kita akan berasa tenang, nyaman, damai, serta bahagia,” tutur Sumi Lestari di Malang, Senin (23/3/2020) .

Hal tersebut sebab rasa sukur dapat meminimalisasi emosi negatif, seperti kuatir, cemas, cemas, takut, serta resah serta menggantikannya dengan emosi positif, yaitu tenteram, nyaman, serta damai. “Dengan mengucapkan syukur, individu tidak merasakan takut dengan masalah sebab percaya akan terdapatnya jalan keluar dari permasalahan yang ditemui,” sambungnya.

Baca juga: Statistik Manchester United Sebelum Persaingan Berhenti sebab Virus Corona

Untuk dapat menimbulkan rasa bahagia itu, tiap manusia harus juga dapat berpikir positif, karena dengan berpikir positif, akan menimbulkan daya positif.

Selanjutnya, rasa bahagia dalam diri manusia dapat juga dikarenakan unsur social distancing mengingat manusia untuk mahkluk sosial perlu bersosialisasi, berhubungan, bergabung, hingga limitasi hubungan yang sekarang digalakkan, membuat seorang kesepian, kehilangan, serta perkembangan mood.

“Serta punya pengaruh pada hormon oksitosan atau hormon cinta yang berefek pada perilaku, tanggapan emosi kelihatan dalam membuat ketenangan, keyakinan, serta kestabilan psikologi serta bertindak mengendalikan ikatan sosial,” papar Doctor of Clinical Pyschology itu.

Untuk satu antara jalan keluarnya, Sumi Lestari merekomendasikan supaya warga arif dalam pilih sumber info.

Sumi Lestari mengharap warga masih siaga serta lakukan tindakan mencegah, seperti banyak konsumsi makanan dengan gizi imbang, minum vitamin C untuk jaga imunitas badan, banyak berdoa, patuhi ajakan pemerintah untuk selalu tinggal di dalam rumah minimal sepanjang 14 hari untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19.

Leave a Reply