Selesai capai kemenangan atas Burmese Ghouls dengan gampang pada hari pertama playoff, diyakinkan EVOS Legends bertemu dengan RRQ Hoshi di set semi-final M1. Jadi El Classico awal di panggung serta negara berlainan, pasti hidangan ini benar-benar wajar untuk dilihat semua fans Mobile Legends. Dapat disebutkan ini menjadi arena balas dendam untuk RRQ Hoshi, atau pembuktian kembali untuk EVOS Legends masih jadi team yang paling kuat di Indonesia.

Mujur Esports.ID sempat terlibat perbincangan dengan Luminaire di ruang Axiata Ajang, Malaysia. Bagaimana Luminaire menanggapi ini? “Jika perasaan saya sich seneng, merasakan semakin dekat sama kemenangan. Jadi jika semua berjalan dengan lancar ya akan seneng sekali. Optimistis ya tentu tapi masih 50:50 ya hasilnya belumlah ada yang tahu. Pokoknya, nikmatin saja gameplay-nya kelak, siapa saja yang masih sportif.”

Waktu ditanyakan mengenai keinginan, sedikit ada hal yang mengagetkan diutarakan Luminari, “Harapannya bikin EVOS Legends ya juara M1 serta mudah-mudahan sesudah M1 pada sukses semasing lah walau kelak ada yang beda jalan. Saya ingin seperti, jika ini last season kalian harus menang serta all-in begitu. Jadi pensiun dengan kemenangan.”

Memang tingkah dari salah satu orang punggawa EVOS Legends yang punya gagasan pensiun sempat tercium. Tetapi atas penyataan dari Luminaire ini pastikan jika roster Mobile Legends dari EVOS Legends ini akan punya peluang bertukar atau ada pemain yang keluar. Untuk pastikan ini kami langsung mengontak Nat Nat, sebagai Team Manager dari EVOS Legends.

ESPORTS.ID: Halo Nat Nat, kita bisa informasi dari Luminaire barusan jika akan ada yang pensiun. Itu siapa serta mengapa ya?
Nat Nat: Seperti yang kita ketahui ya kaya Yurino itukan punyai keluarga serta cukup berusia lah sekarang. Ditambah lagi bagian latihan kita kan jam nya benar-benar padat, kaya saat ini saja di sini sampai hotel langsung skrim, hampir tidak ada rest-nya. Beli makanan itu kita grab semua serta istirahat baru dikerjakan seputar jam 12 malem. Itu untuk agenda di sini ya, ditambah lagi di Indonesia akan tambah lebih padat . Jadi untuk Yurino mungkin jadi persaingan terakhir kalinya ya, untuk fakta tentunya saya kurang tahu ya tetapi mungkin sebab lelah sekali saja serta fisiknya mungkin telah beda.

Jika kaya Wann atau Rekt itu ia masih dapat main 10 jam, tetapi jika usia 30 kan mekanik sudah beda. Maksutnya tubuh sudah beda lah, usia itu tidak dapat bohong. Maka, mungkin Yurino ada rencana semacam itu. Sedang Oura mungkin ada take a break kali. Dapat disebut sebab mereka telah berkeluarga jadi concern-nya beda, misalnya seperti Chris Hemsworth kan ia sampai berhenti dahulu 3 bulan untuk istri serta keluarganya, mungkin mereka perlu waktu semacam itu bikin refresh untuk semua.

ESPORTS.ID: Bagaimana gagasan EVOS menyikapi ini?
Nat Nat: Seperti yang kalian tahu kita kan punyai team akademi, mereka tidak cuma seperti diambil untuk isi slot, tetapi ya kita telah rencana serta mempersiapkannya terlebih dulu. Sebab menyiapkan satu orang itu kan tidak cepat, masih perlu waktu.

ESPORTS.ID: Dapat disebut sekarang EVOS Legends sedang ada di atas, apa ada rasa takut akan turunnya perform team nanti?
Nat Nat: Mungkin untuk awal-awal kaya mencari chemistry, sama-sama mengenal, langkah komunikasi itu yang dikerjakan. Tapi mereka kan profesional, anggep Yurino berhenti serta yang gantikan 1 orang, tapi kan 4 orang ini telah punyai pengalaman jadi akan ngerangkul serta sharing semua lah. Seseorang baru ini tentunya telah disiapkan, jadi akan aman lah sebab masih 3 bulan kan ke arah MPL seterusnya.

ESPORTS.ID: Untuk Nat sendiri, selama ini jadi manager sebegitu susah mengendalikan beberapa anak EVOS Legends?
Nat Nat: Kesulitannya sich paling permasalahan disiplin serta tapi tidak sulit-sulit sekali ya. Mungkin terkadang mereka sulit diberi tahu atau ditata sebab lelah saja. Dari saya ya lebih coba ngertiin mereka saja sich, sebab sepanjang beberapa bulan kan rutinitasnya semacam itu saja. Ditambah lagi saya pilih jadi manager kan saya telah tahu pekerjaan saya, jadi ya saya gamungkin menyalahkan suatu hal yang telah saya mengambil, jadi ya saya lebih tahu saja. Menurut saya karier jadi manager itu ya tentu ada plus minus-nya, tapi kan sebab ketetapan saya ya jalanin saja, jika ada kendala ya di nikmati saja. Soalnya kan itu proses, jadi di nikmati saja seiring waktu berjalan tidak butuh jadi beban, kelak berlalu.

Dari jawaban Nat Nat yang Esports.ID jumpai di ruang Axiata Ajang, kelihatannya hampir dapat diyakinkan jika Yurino atau yang lebih diketahui Donkey akan pensiun mendekati M1. Dapat disebut M1 akan jadi pertandingan paling akhir Donkey sudah lumayan lama tiap dibawah bendera EVOS. Sedang untuk Oura masih juga dalam step istirahat sesaat serta belum dapat diyakinkan akan mengejar Donkey atau masih semangat bela EVOS Legends.

Benar-benar disayangkan ya, mengingat dengan roster ini EVOS Legends dapat bangun dari sumpah juara 2 sepanjang di MPL Indonesia. Bagaiman opini kamu menanggapi ini, Sahabat Esports?

Leave a Reply