Spekulasi perihal masa depan Philippe Coutinho selalu tersangkut-paut dengan Liverpool. Sejak tahun lalu, gagasan kepulangan Coutinho ke Barcelona mulai memanas dan terus dibicarakan sampai sekarang.

Betapa tidak, Coutinho harus segera bertindak untuk menyelamatkan kariernya. Dia gagal total sejak pindah ke Barcelona, dan gagal menemukan permainan terbaiknya kembali di Bayern Munchen.

Baca juga: Cerita Sadio Mane dan 10 Ferrari

Sekarang nasib Coutinho tidak jelas. Bayern bakal mengembalikannya ke Barca beberapa pekan ke depan, tapi kabarnya Barca sendiri tidak berniat mempertahankan Coutinho. Mereka akan mencari klub yang mau membelinya secara permanen.

Di antara kandidat pembeli itu, Liverpool muncul sebagai salah satu solusi terbaik. Coutinho pernah jadi pemain terbaik The Reds dan sepertinya bisa kembali melakukan itu.

Pernah Fenomenal

Menurut Heskey, meski kepergian Coutinho membuat fans The Reds kecewa, seharusnya mereka tidak melupakan bagaimana permainan indah Coutinho membius seisi Anfield. Memang ada keraguan soal kualitas Coutinho sekarang, tapi itu risiko yang layak diambil.

“Apa yang dia lakukan saat masih bersama The Reds itu fenomenal. Dia adalah pemain fenomenal dan saat uitu semua hal baik yang dilakukan Liverpool datang dari padanya,” ungkap Heskey kepada Sky Sports.

“Jadi saya kira dia akan disambut dengan tangan terbuka di Liverpool dan fans bakal senang menyambutnya kembali — tapi apakah Anda akan mendapatkan pemain yang sama?”

“Biasanya tidak, tapi tanya saja fans Liverpool, saya kira mereka bakal senang menyambut Coutinho kembali dan menyaksikan sihirnya di lini tengah.”

Sulit Adaptasi

Juga, Heskey memilih meninggalkan sedikit rasa percaya pada kemampuan Coutinho sekarang. Menurutnya kesulitan Coutinho dua tahun terakhir lebih karena masalah adaptasi, kemampuan aslinya masih ada.

“Ketika Anda melihat Philippe Coutinho, dia bisa menyalurkan banyak momen terbaik. Dia pernah jadi pemain utama Liverpool dan dia pun merasa demikian,” imbuh Heskey.

“Lalu dia pergi ke Barcelona di mana ada Lionel messi di sana dan segera dia menjadi pemain kedua atau terkadang ketiga dan keempat, itu bisa mengganggu kepercayaan diri Anda.”

“Anda harus beradaptasi, tapi terkadang pemain tidak bisa melakukannya dengan mudah. Lalu dia pergi ke Bayern, tapi mungkin situasinya sama,” tandasnya.

1 COMMENT

Leave a Reply