Bayern Munchen tidak berleha-leha setelah memastikan mereka memenangkan gelar Bundesliga musim 2019/20. Die Roten langsung bergerak memperkuat tim mereka di bursa transfer dan resmi mendaratkan pemain Manchester City, Leroy Sane.

Sane merupakan salah satu bakat muda terbaik di tanah Eropa. Empat tahun terakhir ia membela raksasa Inggris, Manchester City dan membantu The Citizens memenangkan tiga gelar Premier League.

Namun di musim panas ini, Sane memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Jerman. Kali ini mantan pemain Schalke itu bergabung dengan tim yang menjadi ‘rumah’ bagi para superstar top, Bayern Munchen.

Kehadiran Sane di Allianz Arena sudah ditunggu oleh rekannya di Timnas Jerman, Serge Gnabry. Bersama Gnabry, Sane diharapkan menciptakan legenda baru bagi The Bavaria musim depan sebagai penerus Robbery.

Duo Robbery yang terdiri dari Franck Ribery dan Arjen Robben merupakan sepasang pemain sayap yang menjadi teror mematikan di skuat Bayern. Namun tahun lalu, duo ini resmi berpisah setelah Ribery memutuskan bermain di Italia bersama Fiorentina sementara Arjen Robben memilih pensiun (meski sekarang ia sudah kembali memperkuat klub Belanda, Groninge).

Menggantikan duet legendaris tersebut tentu menjadi pekerjaan yang sangat berat untuk dua winger berbakat tersebut. Namun itu tidak berarti mereka tidak bisa melakukannya.

Yuk kita mengenal lebih jauh duo winger terbaru Die Roten di bawah ini.

Berpengalaman Walau di Usia Muda

Hanya lima tahun yang lalu, Serge Gnabry tidak berada di level yang memenuhi standar untuk bermain bagi tim seperti West Brom besutan pelatih Tony Pulis. Sekarang, penyerang Bayern ini telah berubah menjadi mesin gol dan pencetak assist yang produktif.

20 gol dan 13 assist dari 42 pertandingan di seluruh kompetisi menjadi bukti nyata kematangan pemain berumur 24 tahun tersebut.

Sane memang tidak sekuat Gnabry di sepertiga akhir, tetapi sebagai pemain yang telah mengasah kemampuan dan bersaing memperebutkan tempat di tim utama bersama pemain kelas dunia selama empat tahun, kepindahan ke Bayern dan beradaptasi di sana bukanlah perkara sulit.

Serupa Tapi Tak Sama

Akan tidak mudah untuk mengukur dengan tepat perbandingan ‘Sa-Bry’ dengan ‘Robbery’, meskipun hal itu masih akan terus dilakukan oleh banyak orang, tetapi dua pemain internasional Jerman tersebut telah meletakkan satu kakinya masing-masing di depan gerbang keabadian stan Allianz Arena.

Menuju ke sana bukanlah perkara mudah bagi Robben dan RibÚry, dan akan begitu halnya bagi Gnabry dan SanÚ. Tetapi memiliki dua penyerang kelas dunia dari negara sendiri bermain bersama dalam satu tim adalah satu faktor penentu dan cukup penting di sebagian besar tempat di planet ini – apalagi di suatu tempat dengan nilai patriotisme yang sedemikian rupa kuatnya dan hiper-lokal seperti Bavaria.

Mereka masih harus membenamkan diri dalam budaya Bavaria seperti yang telah dilakukan banyak dari pendahulunya, tetapi keduanya secara tidak terbantahkan sudah memiliki keunggulan. Hanya sedikit keraguan terhadap mereka dalam memenuhi harapan yang standarnya telah ditetapkan lebih dari satu dekade sebelumnya oleh ‘Robbery’, tetapi untuk benar-benar memiliki dampak yang bertahan lama di Bayern dan bahkan melampaui para pendahulunya, ‘Sa-Bry’ harus terlebih dahulu menjadi benteng perwujudan mental Mia San Mia mereka.

Leave a Reply