Zinedine Zidane dipercaya tidak inginkan Gareth Bale untuk jadi sisi project Real Madrid yang baru. Tetapi, ia sangat terpaksa terima Bale dalam skuadnya sebab penjualan yang tidak berhasil pada musim panas kemarin.

Bale sempat didekati club Cina, Jiangsu Suning. Negosiasi itu berjalan mulus sebab Suning ikhlas bayar upah besar Bale, tetapi entahlah kenapa selanjutnya putus ditengah-tengah jalan.

Tahun kemarin, Zidane pernah mengatakan jika ia tidak inginkan Bale dalam skuadnya, tetapi sebab kondisi tidak cocok keinginan, Zidane juga harus beradaptasi.

Serta Zidane turunkan Bale untuk starter pada pertandingan pembuka, tetapi apa itu bermakna Zidane seluruhnya memercayai Bale?

Menurut Marca, andil Bale untuk Los Blancos musim ini betul-betul minim. Sesudah cetak beberapa gol ke gawang Villarreal di minggu ke-3, Bale berhenti memberi sumbangsih gol.

Ya, pemain dengan upah paling besar di Real Madrid tidak pernah cetak gol di La Liga semenjak 1 September 2019 kemarin. Ini musim ke-2 Bale tidak penuhi harapan, tidak cocok keinginan.

Baca juga: Cerita Evolusi Bruno Fernandes : Dari Bek Tengah Jadi Gelandang No. 10

Musim ini juga Bale kembali menyuguhkan beberapa drama. Dari mulai luka yang dirahasiakan, sampai pro-kontra banner ” Wales, golf, Madriid “, dan absennya di final Supercopa de Espana.

Bale adalah salah satunya pemain yang belum pernah malu mengemukakan rasa tidak senangnya. Ia sering mengutamakan diri kita, seperti tinggalkan stadion lebih dini saat melihat rekan-rekannya berusaha di lapangan.

Zidane telah coba adil, ia masih memberikan Bale peluang. Tetapi, selama ini Bale sudah memberi apa yang diinginkan darinya : nihil.

Bale nihil andil, semestinya jadi permasalahan, tetapi bukan untuk Zidane. Bila kondisi ini bertahan, Zidane punyai fakta kuat untuk memaksakan club melepas Bale musim depan, walau harus tidak untung bayar setengah upah.

Leave a Reply