Team Liquid tidak lengah setelah keberhasilan mereka memenangkan ESL One Cologne serta mendapatkan titel Grand Slam yang pertamanya.
Pada major IEM Chicago yang berlangsung pada akhir pekan kemarin, Team Liquid kembali menunjukkan dominasi mereka dengan melibas ENCE pada
grand final untuk mengangkat trofi major keenam mereka secara berturut.

Walaupun rangking kedua tim ini hanya terpaut 3 posisi di HLTV, tetapi keagresifan gameplay tim Liquid pada grand final kemarin seolah
menunjukkan pertandingan pertandingan antara dua tim yang terpatri cukup jauh dengan dominasi Liquid pada setiap map. Tim Liquid tampak
dengan mudah melibas ENCE pada dua map pertama grand final BO5 ini. Dimulai dari Overpass, salah satu map terbaik Liquid.

Meski kalah pada pistol round,Tim Liquid memenangkan semua round di pertandingan pertama mereka. Kembali menang pada pistol round second half
tidak memberikan banyak perubahan bagi ENCE. Liquid dengan mudah merebut poin agar menutup map pertama dengan skor 16-2. Harapan ENCE beralih
pada map kedua pilihan mereka yaitu Nuke. Sayangnya bukannya unggul, ENCE malah kembali bernasib sama seperti map sebelumnya.

Menang pada pistol round, Tim Liquid malah menang berturut-turut sepanjang 7 round, sebelum ENCE merebut poin kedua mereka.
Setelah itu ENCE tak lagi sanggup meraih poin. First half dimenangi oleh Liquid dengan skor 13-2. Pistol round di second half kali ini
berhasil dimenangi oleh tim Liquid. ENCE hanya mampu merebut 1 poin sebelum Liquid menutup map dengan skor 16-3.

Semangat ENCE tidak hilang walaupun hasil skr yang terpaut jauh di dua map sebelumnya. Dan persaingan di map ketiga, Inferno nampaknya
cukup berimbang. Harapan pun terbuka bagi ENCE walau pada first half mereka kalah dengan skor 5-10, mereka hampir memenangkan map
saat Allu mendapatkan quad kill di bombsite. Sayangnya Liquid kembali lagi menutup map ini dengan skor 16-14 berkat Stewie2K menang 1vs1 melawan xseveN.

Kemenangan ini kembali lagi selangkah membawa tim Liquid dalam meraih intel Grand Slam season ketiga. Peraturan pada season baru ini mewajibkan tim dalam
memenangkan empat dari 10 turnamen major agar mendapatkan titel IGS. Tetapi, salah satu dari keempat turnamen tersebut wajib masuk kategori Masters. Jika tidak
mereka setidaknya wajib memenangkan enam dari sepuluh total turnamen major yang diselenggarakan ESL atau Dreamhack.

Setelah ini, Turnamen major yang paling dekat adalah ESL One New York, yang mana bakal berlangsung bulan 9 kelak. Tetapi, diantara empat major yang tersisa tahun ini
tidak akan ada turnamen dalam kategori master. Satu-satunya master terdekat nanti adalah IEM Katowice yang bakal berlangsung pada awal 2020. Bagaimana menurutmu Sobat
Esports, apakah Tim Liquid bakal mendapatkan titel IGS di season ketiganya nanti?.

Leave a Reply