Adriano Galliani mengutarakan beberapa bukti menarik mengenai beberapa pemain yang sempat ia coba bawa serta ke AC Milan. Alessandro Del Piero serta Cristiano Ronaldo ialah dua penyesalan terbesarnya.

Galliani memegang Wakil Presiden Milan di antara 1986 serta 2017, di masa kepemimpinan Silvio Berlusconi. Sepanjang itu, Milan mendapatkan banyak gelar, termasuk juga lima gelar Liga Champions serta delapan Scudetto Serie A.

Galliani diberi pertanyaan oleh Sky Italia mengenai penyesalan-penyesalan dari waktu kerjanya di Milan.

“[Carlos] Tevez semestinya hadir, tetapi tidak sempat berlangsung. Kami juga merajut persetujuan untuk Roberto Baggio lima tahun sebelum kehadirannya di Milan, ” tutur Galliani, seperti diambil Football Italia.

“Kami berupaya datangkan Del Piero sebelum ia ke Juventus (pada 1993), serta ia ialah satu diantara dua pemain yang paling membuat saya menyesal tidak mengambil mereka.”

“Padova menawarkannya pada kami, tetapi meminta 5 juta Lira, satu harga yang tinggi untuk pemain semuda itu, serta kami tidak percaya.”

Sporting Meminta Harga Mahal untuk Cristiano Ronaldo

“Hal sama berlangsung pada Cristiano Ronaldo, ” lanjut Galliani.

“Ia masih 16 tahun serta Sporting membanderol harga seputar 16 atau 17 juta.”

Sporting selanjutnya melego Cristiano Ronaldo ke Manchester United pada 2003. Ia dilepaskan dengan nilai transfer £12, 24 juta. Saat itu, ia jadi remaja paling mahal dalam riwayat persepakbolaan Inggris.

Totti Dicari

Ronaldo selanjutnya melesat bersama-sama Manchester United, makin mendunia bersama-sama Real Madrid, serta sekarang menguatkan Juventus di Italia dengan Milan untuk salah satunya rivalnya.

Selain itu, Del Piero kita ketahui telah jadi legenda Juventus dari waktu baktinya disana sepanjang periode 1993-2012.

Galliani memberikan tambahan jika ia membidik Francesco Totti. Tetapi, legenda AS Roma itu tidak sempat ingin tinggalkan timnya, sampai pensiun untuk one-club man pada 2017.

“Kami mengawasi Totti untuk waktu yang lama, tetapi ia tidak sempat punya niat tinggalkan Roma, ” tutur Galliani.

Leave a Reply